• your image alt

    Saung Lilbee

    Belajar dipagi hari sambil menikmati suasana alam yang asri, dibawah pepohonan yang rindang, diatas rumput nan hijau menjadikan suasana belajar menyenangkan

  • your image alt

    Halaman Ruang Sentra

    Belajar dipagi hari sambil menikmati suasana alam yang asri, dibawah pepohonan yang rindang, diatas rumput nan hijau menjadikan suasana belajar menyenangkan

  • your image alt

    Siswa-siswi Lilbee

    Para guru berfoto bersama siswa-siswi angkatan ke 2

  • your image alt

    Wisuda Siswa-siswi Lilbee Angkatan ke 3 Th 2012

    Siswa-siswi Taman Bermain Lilbee yang wisuda berfoto bersama dengan ayah dan bunda tercinta

  • your image alt

    SD Lilbee

    Sekolah Lilbee membuka pendaftaran siswa baru th ajaran 2013-2014

  • your image alt

    Konsep dan Kurikulum SD Lilbee

    Sistem pendidikan modern berbasis karakter dan alam

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jangan Sakiti Lumba-Lumba



Yogyakarta - Teman-teman, kalian sudah pernah menonton sirkus lumba-lumba? Sudah dari dulu aku juga ingin melihat lumba-lumba, tapi bukan di sirkus, melainkan di laut lepas. Aku ingin tahu bagaimana kehidupan lumba-lumba di laut lepas. Kalian tahu tidak dari mana asal lumba-lumba sirkus? Bukan dari penangkaran lumba-lumba, lho, melainkan dari samudra. Dia dijaring, dibawa ke tempat pemeliharaan, dilatih, lalu dijadikan hewan sirkus. Semua itu menyiksa sekali, lho!
Salah satu usaha untuk menghentikan penyiksaan itu diadakan aksi penyalaan lilin STOP…. Protes damai ini diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja dan Masyarakat Peduli Satwa di depan Gedung Agung Yogyakarta, pukul 18.00, 2 Desember 2012. Acara ini diselenggarakan saat ada pentas lumba-lumba di Alun-alun Utara Yogyakarta. Diharapkan masyarakat yang ingin menonton sirkus lumba-lumba membatalkan rencananya. Sayangnya aksi damai ini tidak terlalu berdekatan lokasinya dengan tempat sirkusnya. Menurut mbak Ina (DZ Angelina Pane) dari Animal Friends Jogja, mereka berjuang agar pemerintah menarik lumba-lumba yang dipakai untuk sirkus lalu dirawat dan disembuhkan bila luka atau sakit, lalu dilepas ke laut.


Sirkus lumba-lumba sebenarnya menyakiti hewan lumba-lumba lho


Malam itu diperingati pula meninggalnya Wen Wen, seekor lumba-lumba yang mati saat dikirim dari Filipina ke Marine Life Park di Singapura. Mamalia yang seharusnya hidup bebas di laut ini mati karena tekanan tinggi di pesawat. Lumba-lumba itu sensitif terhadap suara. Dia bisa mendengar suara yang tidak tertangkap telinga manusia. Waktu dikirim lewat udara, lumba-lumba stres mengalami tekanan tinggi suara.
Lumba-lumba tidak dikirim dalam air, lho, saat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Lumba-lumba hanya diolesi mentega dan dibungkus kain basah. Tujuannya untuk melembabkan tubuh mamalia pintar ini. Kasihan sekali, ya…




Di kolam pemeliharaan pun lumba-lumba terancam meninggal karena stress, infeksi bakteri, juga banyak suara. Maklum biasanya lumba-lumba bisa berenang bebas hingga berkilo-kilometer. Sedangkan bila di kolam buatan lumba-lumba terbatas berenangnya. Akibat hidup tidak bahagia, lumba-lumba seharusnya bisa hidup 50 tahun, tapi bila dipelihara di sirkus hanya bisa bertahan maksimal 5 tahun.
Apa yang kuceritakan ini sebenarnya juga sudah tersebar luas di internet. Namun, masih saja banyak orang yang tidak tahu bagaimana tersiksanya lumba-lumba. Saat ini pun di lapangan Denggung, Sleman, Yogyakarta ada pertunjukan sirkus lumba-lumba yang diadakan selama bulan Desember 2012 ini. Teman-teman, kalian pasti sayang, kan, sama lumba-lumba? Tolong ingatkan siapa saja untuk berhenti menjadikan lumba-lumba sebagai hewan sirkus. Semoga suatu saat aku dan kalian semua bisa mengunjungi lumba-lumba yang bahagia di rumahnya… laut lepas.

Read More
Senin, 14 Januari 2013 0 komentar

Yuk, Cegah Gigi Berlubang

Periksa gigi secara rutin untuk mencegah gigi berlubang


Jakarta – Kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2012 di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, dimulai sejak Senin (1/10). Berlangsung selama tiga hari, hingga Rabu (3/10), kegiatan ini melibatkan sebanyak 64 dokter gigi yang didampingi sekitar 224 mahasiswa kedokteran gigi dan 13 perawat gigi. 

Pada kesempatan ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan berupa penambalan sederhana yang tidak melibatkan perawatan syaraf gigi (menggunakan bahan tambal amalgam, komposit, atau glass lonomer). Ada juga pelayanan berupa pencabutan tanpa komplikasi gigi sulung atau gigi tetap, pembersihan karang gigi, dan perawatan pencegahan gigi berlubang dengan aplikasi Fluoride atau Fissure Sealant.
 
 Drg. Henny Krishnawati, Sp.Pros, MARS, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) mengatakan, “Guna memberikan edukasi dini, pihaknya juga mengundang sekitar 400 anak dari sejumlah SDasar di sekitar kampus untuk mendapatkan penyuluhan seputar merawat gigi dan mulut. Tujuannya, agar mereka dapat memahami dan menjalani perilaku menyikat gigi dua kali sehari dengan tepat.” 

 Dampak Gigi Berlubang
 
BKGN 2012 merupakan kerjasama antara Unilever Indonesia dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan gigi dan mulut dengan kebiasaan baik berkunjung ke dokter gigi secara teratur. Juga, menyikat gigi minimal 2 kali sehari, yaitu saat pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur untuk mewujudkan Senyum Sehat Indonesia. 

 Menurut Drg. Ratu Mirah Afifah GCClindent., MDSc, Professional Relationship Manager Oral Care Unilever Indonesia, hasil BKGN 2011 menunjukkan sekitar 94% pengunjung mengalami permasalahan gigi dimana sebagian besar pasien adalah anak-anak. Hal ini sangat disayangkan karena dapat mengakibatkan rasa sakit, gangguan penyerapan makanan, dan menyebabkan penyakit di bagian tubuh lain. Selain itu, gigi berlubang yang tidak diobati akan memberikan dampak fisik dan psikologis selama masa pertumbuhan anak, termasuk dalam berpenampilan, cara berbicara, dan bersosialisasi. 

Karena itu, masalah gigi berlubang jangan dibiarkan hingga parah karena akan mempengaruhi kualitas hidup dimana pasien memiliki risiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit. Hal ini berdampak pada biaya pengobatan tinggi dan berkurangnya waktu belajar di sekolah. “Di Indonesia, sakit gigi mengakibatkan seseorang kehilangan waktu  kerja atau  sekolah rata-rata 4 hari setiap bulannya. Jadi, cegah gigi berlubang mulai sekarang!” imbau Drg. Ratu.

Read More
Senin, 08 Oktober 2012 0 komentar

Fenomena Bulan Biru

Peristiwa yang sangat langka berupa fenomena bulan biru

Jakarta - Hai teman-teman. Pada Jumat malam 31 Agustus nanti, kita akan menyaksikan fenomena atau gejala alam yang langka yaitu The Blue Moon (Bulan Biru). Peristiwa ini bisa dilihat dengan mata telanjang,lho. 

Apakah ini berarti kita akan melihat bulan yang berwarna biru? Ternyata bukan begitu. Istilah blue moon mengacu pada terjadinya bulan purnama kedua di dalam satu bulan Masehi. Nah, fase bulan purnama pertama telah terjadi pada 1 Agustus lalu. Peristiwa yang disebut the Blue Moon terjadinya cukup jarang. Orang-orang yang berbahasa Inggris pun mempunyai peribahasa “once in a blue moon”, untuk menggambarkan peristiwa yang jarang terjadi. 

Sebetulnya, menurut para ilmuwan, fenomena Bulan Biru ini hanya terjadi tujuh kali dalam 19  tahun. Penyebabnya, masa bulan mengorbit bumi adalah sekitar 27, 5 hari. Sementara pada kalender Masehi ada bulan yang memiliki 31 hari, seperti bulan Agustus ini.
Mengapa istilahnya Bulan Biru? Menurut beberapa sumber, dahulu saat bulan purnama kedua terjadi, bulan tampak biru karena dilihat dari bumi, bulan tersaput asap kebakaran yang saat itu terjadi. Bulan juga bisa tampak biru karena berbagai faktor lain, misalnya karena partikel debu letusan gunung berapi yang tersebar di udara. Akan tetapi, kebanyakan Bulan Biru tampak seperti bulan purnama pada umumnya. Nah, bulan purnama kedua di bulan Agustus bisa disaksikan menjelang jam 21.00 WIB di langit timur. Selamat menyaksikan, ya.

Read More
Kamis, 30 Agustus 2012 0 komentar

Warga Temukan Bayi Orang Utan

Seekor bayi orang utan ditemukan warga sudah dalam keadaan terluka


Pontianak - Seekor bayi orang utan jantan (Pongo Pygmaeus Pygmaeus) ditemukan seorang warga di Desa Wajok Hulu, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), beberapa waktu lalu. Bayi orang utan berusia dua bulan yang memiliki luka di kepalanya itu ditemukan oleh seorang petani bernama Husin saat tengah melakukan pembukaan hutan untuk perkebunan palawija. 

Kini, bayi orang utan itu telah diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar. Satwa dilindungi inipun berada dalam perawatan anggota tim medis dari World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Kalbar dan akan menjalani perawatan intensif di Pusat Rehabilitasi International Animal Rescue (IAR) Ketapang.

Karena luka di kepala bayi orang utan dirawat


Manajer Program WWF Indonesia Kalbar, Hermayani Putera, mengatakan, “BKSDA dan beberapa lembaga yang bergerak di bidang konservasi saat ini masih terus menganalisa dan mengumpulkan informasi. Terutama tentang apakah penemuan bayi orang utan ini terkait dengan penemuan orang utan dewasa kemarin.” 

Sekadar tahu, pada Senin (27), satu individu orang utan dewasa berhasil dievakuasi dari Wajok Hilir setelah berada di lahan warga sejak Sabtu pekan lalu. Petugas membutuhkan waktu beberapa hari untuk mengevakuasinya karena berada di pepohonan yang tinggi. Diduga, orang utan dewasa itu masuk ke pemukiman warga karena mencari anaknya.

Read More
0 komentar

Awan Pelangi Api







Florida - Lihatlah gambar ini teman-teman. Mengagumkan, bukan? Fenomena langka sering disebut dengan istilah awan pelangi api (fire rainbow cloud). Apakah itu? 

Menurut ilmuwan Dr Les Cowley yang dikutip Daily Mail, penamaan awan pelangi api sebetulnya bukanlah penamaan yang imliah. Namanya yang  lebih tepat adalah “circumhorizon arc”. Ia menjelaskan, pada sore hari di hari yang cerah dan matahari bersinar, awan-awan cumulus menjadi naik, dan mendorong lapisan-lapisan uap air di atasnya menjadi semakin tinggi. Di tempat yang tinggi itu, molekul-molekul uap air mengalami pendinginan dan mengalami kondensasi, sehingga terbentuklah apa yang disebut 'awan pileus'. 

Saat awan pileus terbentuk dengan cepat, titik-titik air di dalamnya cenderung memiliki ukuran seragam. Nah, awan itu bisa memantulkan, membiaskan dan mendifraksikan cahaya.  Jika pelangi lebih banyak terbentuk karena proses pemantulan dan pembiasan cahaya, pada awan pelangi api, proses difraksi cahayalah yang lebih berperan. Pada proses difraksi (lenturan) gelombang cahaya diubah menjadi bentuk seperti cincin. Sehingga terbentuklah fenomena langka yang indah tersebut.

Read More
0 komentar