• your image alt

    Saung Lilbee

    Belajar dipagi hari sambil menikmati suasana alam yang asri, dibawah pepohonan yang rindang, diatas rumput nan hijau menjadikan suasana belajar menyenangkan

  • your image alt

    Halaman Ruang Sentra

    Belajar dipagi hari sambil menikmati suasana alam yang asri, dibawah pepohonan yang rindang, diatas rumput nan hijau menjadikan suasana belajar menyenangkan

  • your image alt

    Siswa-siswi Lilbee

    Para guru berfoto bersama siswa-siswi angkatan ke 2

  • your image alt

    Wisuda Siswa-siswi Lilbee Angkatan ke 3 Th 2012

    Siswa-siswi Taman Bermain Lilbee yang wisuda berfoto bersama dengan ayah dan bunda tercinta

  • your image alt

    SD Lilbee

    Sekolah Lilbee membuka pendaftaran siswa baru th ajaran 2013-2014

  • your image alt

    Konsep dan Kurikulum SD Lilbee

    Sistem pendidikan modern berbasis karakter dan alam

Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teladan. Tampilkan semua postingan

5 Cara Mendidik Anak Yang Salah

5 cara mendidik anak yang dianggap salah

Ghiboo.com – Menjadi orang tua memang tidak mudah, butuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak. Tapi, jika cara Anda salah, itu juga berakibat fatal dan buruk untuk masa depannya.
Terkadang tanpa Anda sadari, sikap dan cara didik kepada anak justru membuat mereka stres. Kadangkala terlalu memanjakan mereka, itu juga tidak baik bagi perkembangkan mereka.
Berikut ini ada 5 cara mendidik anak yang dianggap salah, seperti dikutip dari Times of India, Jumat (10/2).

Tidak ada waktu 

Sebagai orang tua, Anda mungkin tidak pernah menyediakan waktu dengan anak-anak. Setidaknya menanyakan kegiatan mereka apa saja disekolah. Komunikasi dengan anak penting, karena jika mereka punya masalah, akan disampaikan ke Anda dan masalah itu bisa cepat diselesaikan.

Terlalu royal memberi hadiah

Sebaiknya Anda tidak terlalu mudah memberikan anak hadiah apalagi jika tidak didukung prestasi yang baik di sekolah. Anda boleh-boleh saja memberi mereka hadiah, tentunya dengan memberi pengertian apabila prestasi di sekolah bagus, minimal nilai pelajaran mereka baik.

Membandingkan-bandingkan

Banyak orang tua yang membandingkan anak mereka dengan orang lain, baik itu saudara, teman atau teman sekelas. Kondisi itu akan membuat meereka semakin merasa tidak layak. Anda harus tahu, setiap anak memiliki kemampuan berbeda, jadi lebih baik Anda memberi motivasi dan dukungan terhadap potensi yang ada padanya.

Terlalu dibebani

Anak juga butuh istirahat dan dicharge. Ibarat baterai, kegiatan yang padat setelah sekolah seperti les, kursus dan lainnya sudah cukup membebani mereka. Jadi, berilah mereka waktu menyalurkan hobi, apakah olahraga, mendengarkan musik atau bahkan tidur.

Terlalu menuntut

Ujian adalah saat-saat paling tidak menyenangkan bahkan menjadi beban bagi anak-anak. Semakin terbebani karena Anda menuntut nilai yang bagus, kondisi ini bisa membuat mereka semakin stres. Seharusnya, yakinkan anak Anda dan motivasi mereka bahwa nilai jelek bukan akhir dari semuanya, karena masih ada kesempatan lain.

Read More
Selasa, 07 Agustus 2012 0 komentar

Ajari Anak Dengan Penuh Kelembutan


Banyak orang tua sering tidak tahu lagi bagaimana cara mendisiplinkan anak yang telah berlaku kurang baik atau kurang sopan. Sering kita merasa anak kita menjadi bandel dan tidak mau mendengarkan atau mentaati perintah kita. Cara Anda mengajarkan sesuatu akan menentukan bagaimana perilaku baik itu tertanam dalam diri anak Anda. Bagaimana cara efektif agar karakter Anak Anda lebih baik?

Perlu Anda ingat, anak-anak akan bereaksi secara positif kalau cara yang Anda gunakan adalah dengan penuh kelembutan, daripada dengan kekerasan atau amarah, atau dengan cara mengancam mereka secara terus menerus. Memukul atau membentak Anak Anda karena kesalahan kecil yang dibuatknya, hanya akan membuat mereka menjadi nakal dan pemberontak. Membuat anak lebih disiplin memerlukan pendekatan yang tenang, hati-hati, penuh kelembutan, sehingga anak merasakan dicintai.

Inilah beberapa tips agar anak Anda lebih disiplin dan memahami perintah atau perkataan Anda.

1. Anda harus menjadi contoh yang bisa mereka ikuti. Ini tentu tugas yang tidak ringan, sebab menuntut tanggungjawab dan komitmen dari orang tua. Kalau Anda mau mengajarkan arti kebersihan, Anda sendiri harus menunjukkan sikap dan perilaku bersih.  Mengapa? Anak-anak cenderung mengikuti apa yang dicontohkan oleh orang-orang dewasa. Jika Anda ingin agar anak Anda terbiasa melakukan sesuatu, kunci utamanya adalah Anda juga harus melakukannya. Misalnya, Anda ingin agar anak Anda membuat sampah pada tempatnya, atau merapikan tempat tidur setelah bangun pagi. Itu semua harus Anda lakukan, dan Anak Anda akan secara otomatis belajar dari Anda dan mengikuti kebiasaan Anda tersebut.

2. Jika Anak Anda kurang sopan di depan umum, Anda harus bersabar, dan cobalah untuk berdialog dengan anak Anda lebih dulu. Dalam dialog Anda menjelaskan bahwa sikap dan perilaku yang anak Anda lakukan itu kurang tepat. Jika dengan memberitahu dan berdialog anak Anda tetap sikapnya, berikan kata-kata tegas padanya. Jika perilakunya tetap saja, tinggalkan mereka. Bagaimanapun juga, jangan membentak atau berlaku kasar pada anak Anda. Sikap kasar dan keras yang Anda lakukan bisa membuat anak Anda semakin tidak dapat mengendalikan diri, entah dengan cara menangis atau marah sejadi-jadinya untuk menarik perhatian Anda.

3. Selalu perlakukan anak Anda sebagai individu yang sedang bertumbuh. Mereka pun sesungguhnya ingin dihormati dan dianggap penting oleh orang tua. Berikan pujian kalau mereka melakukan tugas dengan baik. Libatkan anak Anda dalam proses pengambilan keputusan, seperti memilih baju, sepatu, atau memilih warna ruangan kamar mereka.

4.  Jangan pernah membentak anak Anda saat Anda kehilangan control diri. Sebab, ini hanya akan semakin menunjukkan pada anak Anda kelemahan Anda. Kelemahan ini akan digunakan oleh anak Anda. Demikian juga, Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki sikap-sikap yang Anda ingin terapkan pada anak Anda. Misalnya, mengucapkan “terimakasih”, “maaf” atau “permisi” atau “minta tolong”.

5. Jika anak Anda bersikap kurang baik di hadapan tamu Anda, jangan teriaki atau bentak mereka. Tunggulah sampai tamu Anda pulang, atau Anda pulang ke rumah. Setelah itu jelaskan pada anak Anda, bahwa tingkah laku yang ia buat di hadapan tamu tadi tidaklah dapat diterima. Ingatkan anak Anda agar tidak mengulangi tingkah laku seperti tadi, atau Anda akan mengambil tindakan tegas pada anak Anda.

6. Perlu Anda ingat, peringata keras pada anak Anda, harus Anda sertai dengan sikap ramah dan murah hati. Perilaku ini akan membuat anak Anda sadar bahwa Anda mencintainya, dan cinta Anda padanya tidak akan pernah berubah. Sikap ramah dan murah hati ini juga akan membantu anak Anda menyadari bahwa yang membuat Anda tidak suka adalah salah satu kelakuan atau sikap anak Anda yang tidak pada tempatnya, bukan karena pribadi atau individunya. Anda harus memastikan bahwa anak Anda tetap merasa Anda cintai.
Enam tips yang Anda lakukan dengan baik, akan membuat anak Anda lebih disiplin, menuruti kata-kata Anda, dan mereka akan bertumbuh menjadi anak yang dewasa dengan lebih sehat.


Read More
0 komentar

Ajarkan Nilai Kejujuran Pada Anak



Rafa, anak yang pintar di sekolahnya. Ia selalu menjadi juara kelas. Orangtua dan guru Rafa sangat bangga dengan prestasi Rafa. Rafa selalu giat belajar dan membaca. Setiap hari ayah dan ibunya selalu mendampingi Rafa belajar di rumah. Jika jadwal ulangan tiba Rafa mempersiapkannya dengan baik. Saat berlangsungnya ulangan, Rafa mengerjakan sendiri soal-soal ulangan yang diberikan gurunya. Rafa tidak menghiraukan teman-teman yang bertanya dengannya saat ulangan. Karena menurut Rafa jika ia memberikan jawaban ulangan untuk teman-temannya, maka ia sama juga membodohi teman-temannya. Sebaliknya Rafa mengajak teman-temannya untuk belajar bersama sehabis pulang sekolah.

Zaman sekarang ini sungguh langka anak seperti Rafa. Dunia sekarang ini lebih di dominasi oleh perilaku serba instan dan lebih mementingkan nilai-nilai yang ada didalam kelompok yang belum tentu sesuai dengan hati nurani. Hal ini menimbulkan banyak penyimpangan didalam kehidupan bermasyarakat , seperti korupsi, mencontek massal, saling fitnah, dll. Nilai kejujuran perlu ditanamkan dan diajarkan kepada anak sejak kecil. Sehingga hati nurani anak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Kejujuran merupakan perbuatan yang  tulus dari dasar hati untuk melakukan tindakan sesuai dengan hati nurani. Hati nurani manusia diciptakan untuk sesuatu yang baik. Nilai kejujuran sangat penting diajarkan kepada anak. Bagaimana mengajarkan nilai kejujuran pada anak Anda?
Berikut ini ada beberapa tips mengajarkan nilai kejujuran pada anak Anda:

Hindari memberi contoh tidak jujur pada anak

Biasanya orangtua tanpa disadari mengajarkan ketidakjujuran pada anak.Misalnya: “Nak, kalau pamanmu yang menyebalkan itu datang,bilang saja mama sedang pergi kerumah oma di Bogor!”. Padahal mama sedang pergi ke rumah adik mama. Anak akan berpikir bahwa tidak jujur itu boleh dilakukan untuk menghindari sesuatu/orang yang tidak disukai.

Bacakan dongeng tentang kejujuran

Bacakan dongeng yang menceritakan nilai kejujuran pada anak Anda. Misalnya: cerita Pinokio, cerita adam-hawa, cerita penggembala-domba-serigala dll. Sebaiknya bacakan dongeng anak sebelum anak tidur di malam hari.

Dengarkan cerita anak Anda dan beritahu anak Anda pada saat yang tepat

Tunggu saat yang tepat untuk memberitahu anak Anda. Pilih tempat yang nyaman untuk Anda berdua berbicara. Sebaiknya tidak ada orang lain selain Anda berdua. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga harga diri anak anda. Anda perlu bersikap tenang dan lembut dalam memberitahu anak Anda. Anak lebih mudah mencerna kata-kata dalam kondisi yang tenang.

Motivasi anak dengan kata-kata yang positif

Kata-kata yang positif dapat menumbuhkan penghargaan dan kepercayaan diri anak. Misalnya: jika nilai anak Anda kurang baik.”Nak, Ibu yakin kamu bisa memperoleh nilai yang bagus.” Belajarlah dengan giat dan rajin, Ibu mendoakan keberhasilanmu Nak”.
Sudahkah Anda mengajarkan nilai kejujuran pada anak Anda? Semoga tips ini membantu Anda untuk mengajarkan nilai kejujuran pada anak Anda. (Indah Miyati/Foto Sumber: family.ghiboo.com)  

Read More
0 komentar

Membangkitkan Sikap Empati Anak



Ryan adalah anak kelas 1 SD. Ia senang bermain sendiri dan tidak suka bergaul dengan teman-teman dikelasnya. Ryan tidak senang berinteraksi dengan teman-temannya. Jika Ryan bergabung dalam kelompok,Ryan lebih sering memerintah teman-temannya dan sering berteriak-teriak jika teman-temannya tidak mau menuruti kemauan Ryan.
Selama jam sekolah Ibu Ryan selalu menunggui Ryan disekolah. Jika Ibu Ryan tahu Ryan mengamuk, Ibu Ryan berusaha untuk membawa pergi Ryan dari sekolah. Akibatnya, Ryan seringkali tidak mengikuti pelajaran sekolah secara utuh.
Di rumah sikap Ryan seperti penguasa kecil yang senang memerintah pembantu. Sikap Ryan yang senang memerintah didukung oleh Ibunya. Ibu Ryan suka memaksakan kehendak kepada Ryan. Misalnya Ryan diminta untuk ikut les bahasa Korea yang ia tidak sukai. Jika Ryan menolak untuk ikut les bahasa Korea, Ibu Ryan pasti memarahi Ryan.
Ayah Ryan adalah ayah yang sabar dan lembut. Ryan sering melihat Ayahnya terpaksa mengalah terhadap sikap keras Ibu Ryan. Ryan menganggap ayahnya adalah ayah yang lemah dalam menghadapi sikap keras Ibunya. Ryan tidak ingin menjadi pria yang lemah seperti ayahnya.
Anak seperti Ryan perlu dibangkitkan rasa empati dalam dirinya supaya ketika ia beranjak dewasa ia dapat bersosialisasi dan mempunyai kepedulian terhadap orang lain. Jika hal ini tidak ditangani secara dini oleh orangtua maupun orang lain di sekitarnya, anak seperti Ryan dapat menjadi anak yang mementingkan dirinya sendiri dan cenderung merugikan orang lain.
Empati merupakan kemampuan untuk melihat dan merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Sikap empati penting dibangkitkan dalam diri anak. Anak yang memiliki sikap empati kepada orang lain mampu bersosialisasi di masyarakat dan tidak merugikan orang lain. Bagaimanakah cara membangkitkan sikap empati pada diri anak Anda?
Berikut ini ada beberapa cara untuk membangkitkan sikap empati pada diri anak Anda:

Bertutur katalah yang baik kepada anak Anda

Anak-anak lebih sering melihat dan meniru perilaku yang ada dilingkungan sekitarnya. Jika anak Anda melihat Anda sering bertutur kata manis dan sopan, tentu anak Anda akan meniru tutur kata Anda tersebut. Misalnya:“Anak Mama sayang, tolong bantu mama merapikan bajumu.

Biasakan untuk mengucapkan salam

Bila anak Anda berangkat ke sekolah, biasakan untuk mengucapkan salam kepada Anda sebelum pergi ke sekolah. Misalnya:”Ma, Adik pergi sekolah dulu ya (sambil mencium tangan mama/papa).”Adik selamat belajar ya.”

Bersikaplah tulus terhadap anak Anda

Jika anak Anda sedang bertengkar dengan temannya di sekolahnya. Dengarkanlah apa yang anak Anda ceritakan dengan bersikap tulus. Misalnya: “Apakah adik sakit?’’Adik terluka?” Coba Mama lihat, barangkali ada yang terluka ?”

Ajarkan anak Anda untuk melayani orang di sekitarnya

Ajaklah anak Anda untuk makan bersama keluarga maupun orang lain. Mintalah anak anda untuk melayani orang lain yang ada di meja makan. Misalnya: “Ayo adik berikan minuman untuk Paman.”

Berikan pujian kepada anak Anda

Pujian sangatlah penting diberikan untuk anak-anak. Dengan adanya pujian, anak merasa apa yang diperbuatnya adalah suatu hal yang baik dan patut ia lakukan lagi. Misal : ketika anak Anda mau berbagi mainan kepada temannya, mau berbagi makanan/ minuman/ hadiah yang diterima dengan temannya, atau mau meminjamkan barang miliknya kepada teman/saudara/orang lain disekitarnya.
Sudahkah Anda membangkitkan sikap empati pada diri anak Anda? Semoga tips ini memberikan wawasan baru untuk membangkitkan sikap empati pada diri anak Anda.  (Indah Miyati/dari berbagai sumber/Foto Sumber: flickr.com)

Read More
0 komentar